Cerita Panas Rendezvous Tanpa Judul – Part 36

Cerita Panas Rendezvous Tanpa Judul – Part 36by on.Cerita Panas Rendezvous Tanpa Judul – Part 36Rendezvous Tanpa Judul – Part 36 Biasan cahaya mentari pagi yang meluncur.. menerabasi rerimbun daun dan pucuk-pucuk pohonan.. bagai cercahan sinar spotlight pada binar cuaca.. Sejenak mereka bertemu.. berkelindan.. bertempur mesra dengan deraian air terjun yang berjatuhan tak putus-putus ke permukaan kali.. mencipta pendaran miopi.. seindah lazuardi kecil.. membulat semu di sebatas jatuh terjunan air. […]

tumblr_nn012skTbO1u8rl6jo2_1280

tumblr_nn012skTbO1u8rl6jo3_1280Rendezvous Tanpa Judul – Part 36

Biasan cahaya mentari pagi yang meluncur.. menerabasi rerimbun daun dan pucuk-pucuk pohonan..
bagai cercahan sinar spotlight pada binar cuaca..

Sejenak mereka bertemu.. berkelindan..
bertempur mesra dengan deraian air terjun yang berjatuhan tak putus-putus ke permukaan kali..
mencipta pendaran miopi.. seindah lazuardi kecil.. membulat semu di sebatas jatuh terjunan air.

Masih bersandar punggung pada tepian bongkah batu besar.. dan masih pula berpeluk tubuh basah telanjang..
Sang prajurit gebleg nyaman riang gempita.. menyundul-menggelusuri parit pantat Joe..
Ia seperti lintah besar.. menempel nikmat tak mau terpisah.

Meski sebenarnya di saat-saat gairah purba tengah terpacu..
terbakar miang birahi dalam rayu-cumbu menggebu..
sang iblis mesum bertahta..
memanggang gairah bercinta di pinggan hasrat.. dan verbalitas telah tak bermakna..

Tetapi.. tak urung terlepas juga erang serupa pujian.. mendesis tanpa kusadari..

“Enghh.. kamu menggemaskan, Joe..!”

Bisikku sembari menciumi bagian belakang telinga Joe..
menyelusupi tiap lekukan daun telinganya.. membuat sang gadis menggeliat-geliat kegelian.

Sementara itu..
di bagian tubuh depannya invasi team explorer telah pula merambah tanpa tercegah..
meremas lembut kaki bukit payudaranya.. ikut mengirimkan impuls-impuls menggelora.

Kuremas lembut.. dengan penuh perasaan kujelajahi rekahan..
menyusur kontur indah dada Joe yang terbuai-buai.. tergial-gial di setengah permukaan air..
bergoyang-goyang pelan.. seirama riakan air kali.

Seketika kurasakan.. gadis itu menggeliat-geliat seperti gelisah dalam pelukanku..
Ia bagai terdera kenikmatan ganda dan sporadis..

Pertama.. gelitik dingin namun nikmat dari buaian air.. dan kedua remasan gemas team intruder..
jari-jemari dibantu telapak tanganku..

Hingga tak tertahankan..

Ngg..ehh.. Banghh..!

Erang rintih semerta mengharu.. lepas suara..

Sementara kedua puting payudara indahnya menegang.. meruncing kencang..
dan kedua kaki memarnya makin melemas.. seperti tak bisa dia berdirikan..
gemetar tersamar dingin air kali.. di bawah sana.

Untung saja.. dinding batu gunung bertinggi sekira 2 meter lebih..
dengan 50 sentimeteran muncul di atas permukaan air kali.. menjadi sandaran punggungku..

Dibantu pula berat jenis air yang lebih ringan dari tubuh.. segera menyokong berat tubuh..
hingga membuat kami setengah mengambang di air kali.

Sembari tetap memeluk.. menahan tubuh Joe yang kini bersandar sepenuhnya pada tubuh bagian depanku..
kehilangan pijakan lantaran kaki memarnya melemas..

Kulit tubuh basah polos telanjang yang berpeluk-himpit mengambang di dingin air kali itu..
justru seolah telah menjadi konduktor efektif dan kontradiktif..

Justru saling mengirimkan panas birahi yang kian membara.. terus menggelegak..
bagai lava gunung berapi yang siap meletus kapanpun ia maui.

“Oughh..!
Joe mengerang.. dalam rintih tergial.

Tubuh telanjangnya seketika kurasakan terjengit.. melentingkan kepalanya terdongak ke belakang.. namun tertahan bidang bahuku..
untuk beberapa dekon kemudian rebah tertunduk.. ketika kucubit pelan tetapi gemas.. salahsatu puting payudaranya.

Nghh..banghh.. kakiku kram.. sakiit.. bangetth..!

Kembali Joe mengerang lemah.. semerta gerakan tertunduk torso hingga bagian pinggulnya.

Celakanya.. gerak tertunduk torsonya itu, justru bagai menyorongkan tubuh bagian bawahnya lebih ke belakang.
Dan itu membuat bagian bawah belakang tubuh lencir basahnya kian menempel erat.. ketat ke tubuhku.

Ngekkhh..!

Sontak aku terlepas lenguh.
Dua rasa yang berbeda seketika menghantamku. Antara nikmat dan mulas. Kontradiktif.

Cenat-cenutan pada bagian tengah tubuhku.. di pusat enerji manusia.
Tan-tian.. dalam istilah bahasa Tionghoa.
Chakra.. pada penyebutan bahasa India.
Berada tepat di antara letak si prajurit gebleg dan pusar.

Tubuhku yang tengah memeluknya ikut tersentak.. tertunduk setengah berdiri..
dengan kedua telapak tangan refleks meremas bungkahan daging kenyal di dadanya..!

Bukan kenapa-napa.. sih.
Gerakan kejut serupa refleks pinggul Joe yang tiba-tiba itu.. juga mengejutkanku.
Terutama si prajurit mblaleo yang tengah nyaman mendekam.. adem di parit bokongnya.

Sebab.. pantat sekal basah yang mendesak tiba-tiba ke belakang tersebut..
tepat menghentak batang si prajurit gebleg dan sebagian testisku.
Buah pelirku.

Coba bayangin..!
Yang pernah ngerasain pasti tau bijimana mulasnya testis dihentak secara tiba-tiba. Ugh.

Terdiam beberapa saat.. kami jadi setengah berdiri.. terendam di air kali dalam posisi yang demikian..
Membiarkan beberapa jenak efek benturan tubuh yang terjadi barusan kembali normal.

Saat itu tak ada suara lain.. selain deru derai air terjun..
riak air yang agak ramai karena mengalir deras di antara bebatuan..

ditingkahi sesekali hela dan desah nafas tersamar.
serta degupan jantung.

Entah desah dari mulut Joe atau deru nafasku..
Mungkin degup jantung kami berdua juga.
Entahlah..

Sebuah keheningan yang tak sunyi.. tak pula senyap.

Nghh.. beneran kram ya, Joe..?
Tanyaku setengah mengerang.. memecah hening yang absurd, setelah denyut mulas di tan-tianku sirna.

He-eh..
Anggukan lemas disertai ringis seperti menahan nyeri di bibirnya.. menegaskan jawab atas tanyaku.

Ahh.. seketika saja..
bara magma birahi yang setadian menggelegak.. tersulut gairah membakar dan erupsi.. padam.
Meninggalkan puntung-puntung dan abu sisa unggunan.

Mana pula aku tega menghajar dan memberangus tubuh nan indah perempuan yang tengah kesakitan itu.

Akhirnya.. dengan berat hati.. aku berusaha membopongnya..
memapah tubuh sekal lencir basah dan indahnya ke tepi kali..
merebahkannya hati-hati.. agar nyeri pada kaki kram-nya tak lantas menyengat.

Segera Joe kubimbing duduk bersandar pada dinding batu besar di bagian tepi kali.. sedikit terlindung dari tempias derai terjunan air.

Perlahan kuluruskan kembali lututnya dengan bantuan tanganku beberapakali.
Setelah itu.. kupijat betisnya untuk melancarkan peredaran darahnya yang tersumbat akibat luka memar di paha dekat lututnya.

Memar di paha dekat lutut yang tadinya agak membiru bekam.. kini terlihat agak lebih terang dan telah agak berkurang warna gelapnya.

Fiuhh..!
Syukurlah.. pikirku dalam hati.
Itu artinya kondisi lebam atau memarnya telah mulai membaik.

O, iya.. ini sedikit pengetahuan mengenai kram.
Kram adalah nyeri akibat spasme otot kejang/kaku otot yang pada umumnya sering terjadi di daerah kaki yang timbul karena otot berkontraksi terlalu keras.

Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah.. belakang lutut.. dan juga jari kaki.
Namun, tak jarang juga kram otot dialami pada daerah leher.. ketika salah menggelengkan kepala
otot leher menjadi tertarik/menegang
Orang jawa sering menyebutnya dengan tengeng-en.

Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi.

Pada kram kaki, biasanya terjadi saat kita berjalan.. berolahraga
seperti saat berenang, melakukan aktivitas olahraga lainnya beristirahat..
bahkan mungkin sedang tidur.

Orang tua lebih sering terkena kram daripada orang muda..
selain itu wanita hamil juga kerapkali mengalami kram betis, ketika kehamilannya sudah memasuki trimester akhir.
Pada beberapa orang tua, kram bahkan bisa terjadi setiap hari.

Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui idiopatik
Sementara ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi.

Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk.. dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah.

Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram.
Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.

Pada beberapa kasus.. kram terjadi karena masalah atau kondisi lainnya..
misalnya:
Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping berupa kram.
Golongan obat ini antara lain: diuretik, nifedipine, cimetidine, salbutamol, statins, terbutaline, lithium, clofibrate, penicillamine, phenothiazines, dan nicotinic acid.
Dehidrasi.
Ketidakseimbangan zat garam dalam darah misalnya, kadar kalsium atau potasium terlalu rendah
Kehamilan, terutama pada trimester akhir.
Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
Penyempitan arteri kaki yang menghambat sirkulasi.
Gangguan saraf.
Sirosis hati.

Pada kondisi di atas.. kram hanyalah satu dari beberapa gejala lainnya.
Bila tidak ada gejala lain.. kemungkinan besar kram bersifat idiopatik dan bukan karena kondisi di atas.

Hal-hal yang menyebabkan kram yang lainnya adalah:
Kelelahan Otot.
Penggunaan otot yang berlebihan.
Kurangnya elektrolit tubuh Ca dan K karena keluar melalui keringat.
Penumpukan asam laktat hasil metabolisme di otot
Terganggunya oksigenisasi jaringan otot.
Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot.
—————-

Setelah itu Joe kubimbing melakukan peregangan stretching secara berulang..
agar darah yang kaya oksigen terbantu membawanya ke otot yang tegang untuk penyembuhan.

Nah.. ketika kubantu Joe melakukan peregangan yang kumulai dari menekan telapak kakinya..
mau tak mau Joe harus menekukkan lututnya membentuk sudut 30 derajat.

Celakanya lagi.. gerakan stretching berulangkali itu membuat nafasku tersengal.. jantung bergedebug.. mata melotot..
dan protes plus demo si prajurit mbalelo.

Sebuah gejala awal penyakit mesum akut dipastikan kambuh dengan sukses.

Kenapa..?
Sebab.. posisiku yang berlutut di ujung kaki sembari menekan-nekan telapak kakinya itu tepat selaras berhadapan..!

Dengan demikian sodara-sodara..
Belahan daging nikmat berbulu halus bak beludru di selangkangannya jelas terpampang di hadapanku.

Ya.. Cipet cantiknya..!

Lepitan vertikal yang belum sempat kusaksikan sedari tadi-tadi.. kini bergerak-gerak..
bergesek-gesek akibat turun-naik tungkai kaki dan pahanya secara bergantian..

Dengan gerakan serupa itu.. di mataku yang segera saja rasanya mau copot..
Si Cipet yang ternyata lumayan tembam itu seperti sedang senyam-senyum padaku.. memanyunkan bibir.

Asu..dahh..!

Tak urung.. sempat juga tertangkap senyum berganti ringisan bibir si Joe.. menyaksikan mukaku yang saat itu aku yakin berubah jadi bertampang bloon..!

Nghh.. uhh.. bang.. bisa tolong ambilin handuknya, dong..? Joe memohon.. dan menghancurkan tampang bloonku.

Nyiiutt..!

Sontak si prajurit menghentikan demonstrasinya.
Menurunkan tiang pancang.. seketika berubah kecut-kisut.. seperti terkejut. Asyem dah.

Eh.. enghh.. iya.. ya. Sekalian aku mau ngambil cream penghangat juga..
Tergagap.. menutupi malu.. tertangkap basah sedang memelototi sesuatu di sela-sela pahanya. Haha..

Meski kram sudah mereda.. si penderita harus tetap beristirahat dulu beberapa menit sebelum kembali beraktivitas.

So.. masih dengan bertelanjang aku mengambil handuk dan dompet P3K di saku samping celana lapangan..
sedangkan celana lapangan kusampirkan di bahu tanpa mengenakannya.

Kalo-kalo aja ‘ketelanjanganku akan kembali mendapat bonus nikmat berlanjut..!’ Hehe.. kekehku mesum.. dalam hati.

Segera setelah menerima handuk yang aku sodorkan Joe mengelap tubuhnya..
Sementara aku mengambil pakaian Joe yang terjemur di atas batu.

Sambil memunguti pakaiannya.. sempat kulirik Joe yang tengah mengeringkan seluruh bagian-bagian tubuhnya yang basah.
Dari muka.. dada.. punggung.. pinggang.. bokong.. selangkangan.. paha.. betis.. tangan dan kaki.

Tapi entah kenapa.. si prajurit gebleg justru saat itu ga mbalelo.
Malah adem dan kecut.. meringkuk malu-malu di selangkanganku seperti ayam terteguk karet.

Fiuhh..! Bingung aku.

Aku masih memunguti pakaiannya.. kupegang dan kuperiksa baju dan celananya yang tadi terjemur..

Wah.. ga bisa kering nih.. Joe. Basah-basah gini mo dipake juga, apa..?
Ntar bisa masuk angin loh.. kataku.. sembari mendekat ke arah Joe dan menyodorkan pakaiannya.

Ngg.. iya sih. Tapi mo gimana lagi..? Masa handukan balik ke basecampnya, bang..?
Jawab Joe beralasan.

Dan.. kembali kulihat senyum misteriusnya.. tersamar ringisan bibir ketika menerima dan memeriksai pakaiannya yang kusodorkan.

Damn..! Apa maksud semyum serupa ringisan itu..?

Ketika dia akan berpakaian.. Joe tidak lagi menyuruhku memalingkan muka..
malah ia seperti membiarkan aku melihatnya berbugil-ria.

Tak pelak.. jelas diapun melihatku berbugil-ria berpakaian.

Hihihi.. tadi di kali kog kayaknye gede banget, deh. Sekarang kok mengkerut kecil gitu, bang..?
tanya Joe terkekeh tiba-tiba.

Tadi horny ya, bang..? Hihihi.. Sekarang ngga lagi, ya..? dia nanya lagi.. terkekeh.. lalu tersenyum penuh misteri lagi..!?

Aku yang diledekin jadinya hanya bisa tersenyum.. garuk-garuk kepala yang ga gatal.. sembari mengenakan celana lapanganku.. tetap tanpa celana dalam.

Analisis otak mesumku atas kemenciutan si prajurit mbalelo:
Kritt.. kritt..

Mungkin karena pikiranku tadi teralih fokus untuk menolong Joe keluar dari kali.. akibat kakinya yang memar itu mengalami kram.

Jadi.. meskipun masih mendapat rangsangan eksternal berupa sentuhan antara kulitku dengan kulit Joe..
akan tetapi si prajurit gebleg otomatis kehilangan rangsang internal yang diperintah oleh sang otak.

Sebagai Pria yang merupakan makhluk visual.. jelas saja aku menggunakan panca indera untuk bereaksi terhadap segala sesuatu..
melihat perempuan seksi.. apalagi yang telanjang.. hidung menghirup aroma tubuh wanita.. atau juga kulit bergesekan dengan lawan jenis..
akan menyebabkan munculnya reaksi kimia di otak.. yang akan menyebabkan penis ereksi.

Kondisi ini disebut stimulasi fisik.

Nah.. ketika si prajurit mbalelo kehilangan rangsang atau stimulasi fisiknya.. ditambah lagi cuaca dan dingin air kali..
itu membuat Ia kembali kecut dan mengkerut.. kayak belut nyungsep di lubang persembunyiannya..

Dalam kondisi ngadat seperti begitu.. mana bisa dia menyerbu sarang persembunyian musuh..
untuk menyeruduk penetrasi ke belahan daging nikmat si Cipet.. apalagi menembus liang dalam vaginanya.

Hadew..! Mudah-mudahan cuma sekali gini kamu terkena kasus kayak gini, ya..!

Bisikku kesal plus khawatir pada si prajurit mbalelo yang masih kecut di selangkanganku.

Sekilas info..
Pada saat ereksi penis mengandalkan sepenuhnya pada pasokan darah ke dalam kantung-kantung corpora yang ada di dalam batang penis.

Anatomi penis.
1. Kandung kemih uretra
2. Tulang selangkang Os pubis
3. Kelenjar prostat
4. Corpus cavernosum
5. Glans penis.
6. Kulup praeputium (dibiarkan, bagi yang tidak dikhitan)
7. Mulut penis
8. Kantung zakar scrotum
9. Testis buah zakar
10. Epididimis
11. Vas deferens saluran sperma
————

Tapi sekarang kan aku sedang tidak punya fokus pikiran lain.
Kenapa saat menyaksikan Joe berbugil-ria berganti pakaian tadi..
si prajurit berhelm Darth Vader itu ga protes atau demonstrasi seperti biasanya kalo ngeliat perempuan telanjang, ya..?

Masih berpikir dan menganalisis sembari membenahi ritsleting celana lapangan yang tiba-tiba nyangkut..

Tau-tau tanpa kuduga dan tanpa dinyana samasekali..
Joe yang sedang memakai BH menghentikan aktivitasnya..

Dia copot kembali BH-nya.. mencopot celana dan celana dalamnya.
Dia bugil.. lagi.

Bagai lukisan perempuan telanjang di galery-galery seni para maestro.. Ia lalu bergerak gemulai.. melangkah pelan.. menghampiriku..!

Dia menghentikan tanganku yang sedang pakai celana.
Menurunkan celana lapangan yang belum genah kukenakan.. mencopotnya dari tubuh bagian bawahku.

Sekarang.. kami telah sama berdiri.. dalam keadaan bugil lagi

Joe kembali meraih kedua tanganku.. tanpa melepas tatap bening mata sedikit sipitnya pada sorot mataku.
Seperti berusaha membaca.. menelaah dengan seksama.. jauh.. ke kedalaman qalbu.

Dua pasang mata yang saling bersitatap.. saling membaca kejujuran di masing-masingnya.

Aku membaca.. ada sinar gairah di sana.. di sepasang mata yang kini agak meredup.. tetapi penuh pijar dan gelora.. kian membara.

Aku diam.. tetapi si prajurit mbalelo semakin ngaceng.
Joe melihatnya dan tersenyum.

Abang terangsang ga sih.. ngelihat aku bugil..? godanya.

Aku ga menjawab.

Mulut sih ga ngejawab. Tapi itu yang menjawab..
katanya tersenyum memanyunkan bibir.. menunjuk ke bawah..
ke arah si prajurit mbalelo yang ternyata telah kembali gebleg.. kembali mbalelo.

Hore..!

Ia berdiri menantang.. mengacungkan bayonet.. memberi hormat sepenuh tiang. Haha..

Tanpa aba-aba.. dua tubuh yang kini telah telanjang lagi.. kembali saling mendekat..
makin merapat.. kian menghangat.

Dua tubuh telanjang yang beberapa waktu tadi pernah rapat dalam pelukan membelakangi..
terbaring di dasar kali.. kini merapat.. berdiri saling berhadapan.

Posisiku sedikit lebih rendah dari Joe berada di tepian kali.. membelakangi air terjun..
Joe menghadap ke arah kali.. dengan view derai air terjun di depan kanannya..
batu besar di kiri tubuh menghalang pandang ke arah kami yang berada di sebaliknya.

Dadaku menempel di susunya.. helm si prajurit mbalelo menempel di perut datarnya.. sementara batang si prajurit dengan beberapa anggukan serupa kedut.. telah pula merapat di Cipetnya.

Wah.. wah.. ini apa.. ini..!? rutukku.. bingung sekaligus senang, sih..! Hehe..
——————————–

Author: 

Related Posts

Comments are closed.