Cerita Panas 4 Hearts & A Fool – Part 138

Cerita Panas 4 Hearts & A Fool – Part 138by on.Cerita Panas 4 Hearts & A Fool – Part 1384 Hearts & A Fool – Part 138 52 Ghost Gara sialan. Aku masih teringat dengan jelas rasa sakit yang aku rasakan saat dia menendang perut ku, seperti ia sedang menendang sansak buat latihan tinju. Aku tidak akan melupakan penderitaan ku waktu itu, harus mengalami pendarahan yang cukup hebat. Aku ternyata baru menyadari bahwa aku […]

multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-3 (1) multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-3 (2)4 Hearts & A Fool – Part 138

52 Ghost

Gara sialan. Aku masih teringat dengan jelas rasa sakit yang aku rasakan saat dia menendang perut ku, seperti ia sedang menendang sansak buat latihan tinju. Aku tidak akan melupakan penderitaan ku waktu itu, harus mengalami pendarahan yang cukup hebat.

Aku ternyata baru menyadari bahwa aku sedang hamil muda, saat ditendang oleh Gara sialan itu. Aku harus kehilangan anak hasil benih dari Anto. Aku yakin ini anak Anto, karena hanya dia seorang yang mengeluarkan sperma nya di dalam vagina ku, hampir setiap kali kami bercinta.

Sejak saat itu aku harus di rawat inap di rumah sakit, akibat pendarahan itu. Memang aku sangat marah kepada Anto, karena dia justru bersikap masa bodoh, saat aku kehilangan anak yang dikandung hasil dari benihnya. Tapi, aku lebih dendam kepada Gara, yang telah membuatku kehilangan buah hatiku.

Aku sempat putus dengan Anto, saat Gara sedang dipenjara. Kehilangan dua orang pria yang pernah saling bergantian mengisi kehidupan ku, dan juga liang rahim ku, walau Gara tidak mengetahui aku menduakannya, membuatku menjadi merindukan lagi kehadiran mereka.

Aku sempat berhubungan asmara dengan beberapa pria lain, tapi tidak bisa membuatku merasakan gairah dan kenikmatan bersenggama, seperti saat sedang bercinta dengan Anto. Bahkan dengan Gara sekalipun

Walau pernah kecewa dengan sikap Anto, tapi aku berharap dia kembali mengisi kehidupan ku dan birahi ku. Sehingga aku pun mengajaknya untuk berhubungan lagi. Dan ternyata walaupun saat sedang bercinta dengannya sekalipun seperti yang biasa kami lakukan dulu, aku tetap tidak bisa mendapatkan sensasi kenikmatan bercinta seperti dulu lagi.

Aku sempat bertanya-tanya dalam diri ku sendiri, apakah aku telah menjadi seorang wanita frigid, setelah mengalami keguguran, akibat tendangan Gara di perut ku itu?

Namun pada akhirnya, aku akhirnya baru menyadari, bahwa yang membuatku begitu terangsang saat bercinta dengan Anto dulu, bahkan hingga rela ia perawanin, adalah sensasi yang ku rasakan saat aku sedang berselingkuh di belakang Gara saat itu.

Dengan membayangkan aku bercinta dengan pria lain tanpa sepengetahuan Gara, serta melakukannya di kamar kos Gara, membuat perasaan berdebar-debar takut ketahuan yang aku rasakan, membuat gairah ku menjadi seperti meledak-ledak, hingga membuat aku dapat cepat mendapatkan orgasme ku yang luar biasa.

Aku ingin kembali merasakan sensasi berselingkuh seperti itu. Dan tidak ada pria lain yang lebih cocok untuk di jadikan ‘pria bodoh dan pecundang’ selain Gara. Selain itu, rasa dendam ku terhadapnya, membuat obsesi ku terhadapnya menjadi berubah.

Aku bukan lagi terangsang hebat saat bercinta sambil merasakan sensasi rasa takut, saat sedang berselingkuh. Tapi dengan membayangkan Gara sedang melihat ku bercinta gila-gilaan dengan Anto, tanpa ia bisa berbuat apa pun selain hanya mengocok batang kemaluannya sendiri, karena terangsang saat melihatku bercinta dengan pria lain, bahkan dengan banyak pria sekalipun.

Sekarang, aku ingin menjadikan dia sebagai pria paling menyedihkan. Aku ingin Gara kembali menjadi pacar sementara ku, dan aku ingin Gara kali ini menjadi pria pecundang yang harus berdiri dan melihat ku hingga ia terangsang sendiri, setiap aku bercinta dengan liar dengan Anto atau pria manapun.

Aku ingin dia menjadi kacungku, yang harus menuruti segala keinginan ku. Namun sayangnya, rencana pertama ku berjalan tanpa hasil, saat aku berusaha untuk memikatnya kembali, bahkan saat aku mendatanginya ke situ Patenggang.

Dengan kurang ajarnya, dia menolak ajakan ku untuk kembali kepadaku. Bahkan dia dengan dinginnya meninggalkan ku yang sedang berpira-pura menangis, begitu saja. Saat aku membuntutinya, dan berusaha mencari tahu penyebabnya, aku mengetahui bahwa Gara telah memiliki cintanya yang lain terhadap wanita berambut panjang itu.

Aku tidak terima. Aku tidak rela bila Gara harus hidup bahagia. Gara iu adalah budak ku. Kacung ku. Dia seharusnya baru bisa bahagia, hanya setelah aku mengijinkannya untuk bisa bahagia.

Aku harus membuat wanita itu rusak, karena telah berani-beraninya ia merebut budak ku itu. Untuk itu, tidak ada orang lain yang lebih tepat untuk melakukannya, selain Anto. Dan setelah aku mengatakan remcana ku dengan jelas kepadanya, tentu saja dia sangat tertarik untuk melakukan rencanaku, untuk ‘merusak’ kekasih baru Gara itu.

“Auusshhh….aaaahhhh….iya sayangg…aaahhhh…goyang di situ sayang” Erang ku merasakan kenikmatan, saat Anto sedang menggoyangkan pantatnya, memacu batang kemaluannya mengaduk-aduk isi lubang vagina ku.

Aku saat ini sering ‘dipake’ Anto, kapan pun ia mau, dan selalu meminta untuk menyemprotkan benihnya di dalam vagina ku setiap ia merasakan puncak kenikmatan, saat bercinta dengan ku, sebagai persyaratan ia membantuku ‘merusak’ kekasih Gara yang sekarang.

Aku yang tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu, selalu rutin meminum pil KB. Karena Anto tidak mau menggunakan kondom sama sekali.

Anto kemudian mengangkat kedua kaki ku, hingga kedua lututku hampir menempel di payudara ku, sehingga vagina ku semakin merekah. Dan Anto langsung menggenjot vaginaku dengan cepat.

Haaahhh…anjingg! memek lo ngejepit banget kalo di giniin Put. Ohhh..sssshhh Desah Anto dengan wajah yang penuh keringat.

Anto setiap bercinta dengan ku, hanya mementingkan kepuasan dirinya sendiri. Sedangkan aku, mendapatkan gairah bercinta dan kenikmatan seksual ku saat aku sedang di genjot Anto, sambil membayangkan Gara sedang melihat ke arah ku, sambil ia mengocok batang kemaluannya sendiri, bagaikan orang bodoh yang menyedihkan.

“Aaaahhhh…enak banget Tooo….aaahhhh…gelii Toooo” Jerit ku, saat aku sedang memejamkan mata ku, membayangkan Gara sedang mengocok batang kemaluannya dengan wajah yang terangsang tanpa berdaya, melihat ku sedang di genjot dengan brutal oleh Anto. Membuat ku sudah hampir mencapai big ‘O’ ku.

Ooohhhh…To, teruss yang keceng To….yang keras….yang kasar….aaahhhhhh Pekik ku kepada Anto, memintanya menyetubuhi ku dengan lebih brutal.

Kedua tangan Anto pun, meremas dengan kuat kedua payudara ku. Terlalu kuat, hingga membuat ku menjerit kesakitan, tapi sangat nikmat sekali di kasari seperti ini.

Uuuhhhh….hhaaahhhhh….lu mao gue kasarin, Put? Okeh…gue kasih nih…makan nih Anto benar-benar menggenjot ku dengan lebih kasar dan brutal. Dia menyodokkan batang kemaluannya dengan sekuat tenaga, membuat vagina ku rasanya seperti sedang di genjot dengan paku bumi. Aku semakin merintih saking nikmatnya, diperlakukan kasar seperti ini.

Aaaahhhh….To, gue….mao nyampe….aaahhhhhh Pekik ku.

Tubuh ku mulai bergetar-getar halus. Nafasku semakin tidak beraturan. Rasanya ada sesuatu yang hendak meledak dengan kuat, di dalam tubuh ku ini. Sementara Anto semakin kuat menghunjamkan batang perkasanya, ke dalam liang rahim ku.

Aku membayangkan Gara mencapai klimaksnya saat sedang mengocok sendiri batang kemaluannya, membuatku menjadi sangat terangsang, hingga akhirnya tanpa dapat tertahankan lagi, tubuh ku langsung mengejang kaku, sambil memegang kedua lengan Anto.

Tubuhku langsung terhentak-hentak dengan kuat, membuat tubuhku melengking ke belakang, dengan pantat yang berkedut-kedut dengan kuat. Vagina ku rasanya mengejan-ngejan, sambil menyemprotkan cairan kenikmatan ku.

Anto membiarkan ku menikmati rasa orgasme yang aku dapatkan dengan kuat ini, sampai kesadaran ku akhirnya kembali ke Bumi. Dia langsung menarik tubuhku untuk bangun, sementara ia segera berbaring, menggantikan tempat ku berbaring tadi. Anto membalikan tubuh ku, membelakangi dia.

Aku yang mengerti apa maunya, langsung mengarahkan batang kemaluannya di depan bibir vagina ku, dan langsung menurunkan pantatku. Aaaaaahhhhh….rasa geli yang kembali menyengat, membuatku merintih lagi dengan rasa nikmat.

Aku mulai menggoyangkan pantat ku dengan gerakan maju-mundur, sambil sesekali melakukan gerakan memutari pantat ku, seakan sedang meremasi batang kemaluan Anto. Anto pun sampai merintih-rintih nikmat, saat aku melakukan gerakan seperti itu.

Anto kemudian bangun untuk duduk, agar kedua tangannya bisa terus meremasi kedua payudara ku, sambil memainkan puting payudara ku ini. Sementara aku kembali membayangkan Gara kali ini dengan wajah terangsangnya, terpaksa membiarkan wanita yang di cintai nya, bercinta dengan penuh gairah dengan sahabatnya sendiri.

Membayangkan Gara seperti itu, membuat gerakan ku menjadi semakin atraktif, dan bersemangat. Kali ini dengan sepenuh hati dan tenaga, aku menaik-turunkan pantat ku, mengocok batang kemaluan Anto dengan kuat.

Anto langsung berbaring lagi, sambil meremasi bokong ku sambil mendesah-desah menikmati gerakan ku itu. Sssshhhh…aaahhhh…anjing…memek lo….jepit banget Put.. Ini membuat ku menjadi semakin bersemangat untuk membuat Anto bertekuk lutut di bawah goyangan ku ini.

Sedangkan aku meremasi kedua payudaraku sendiri. Terkadang aku menghisap jari ku sendiri, saat sedang mengocok batang kemaluan Anto. Aku juga menggerakan otot kegel ku untuk membantu meremasi batang kemaluan Anto.

Aaaahhhh…njinnggg…empotan lu Put….aaahhhh…enak banget gilaaa Pekik Anto keenakan.

Karena rasa geli yang begitu kuat aku rasakan, aku kemudian bertopang di tempat tidur, membuat tubuh ku agak terbungkuk, sementara gerakan pantat ku pun semakin cepat mengocok batang kemaluan Anto, di dalam liang rahim ku ini.

Rintihan-rintihan erotis kami berdua saling bersahut-sahutan satu sama lain, menggema di kamar kosan ku ini, yang merupakan kamar kosa Gara dulu. Aku sengaja menyewa kembali kamar kos ini, demi membangkitkan lagi gairah ku saat bercinta.

Anto kemudian bangun, dan mendorong tubuhku, tanpa mengeluarkan batangnya dari dalam vagina ku. Kali ini dalam posisi doggy, Anto kembali memacu tubuhku, mengaduk-aduk isi liang rahim ku, yang sudah basah sekali, sehingga menimbulkan bunyi berkecipukan, setiap kali Anto menghujam kan batang perkasanya, ke dalam vagina ku sekuat tenaganya.

Aaauchhhh….sshhhhh…nngggghhhh…..aaahhhhhh

Anto kemudian menarik kedua tanganku ke belakang, sementara ia menyodokan batang kemaluannya dengan kecepatan maksimal, membuat aku tak kuasa untuk menjerit-jerit kecil, karena rasa geli yang begitu menyengat sekujur tubuhku ini.

Kedua payudara ku bergerak liar, seiring gerakan Anto dalam memacu tubuhku. Peluh telah membanjiri tubuh dan wajahku. Rambut ku sudah awut-awutan. Dan aku semakin ingin meledak rasanya, saat gerakan cepat Anto begitu membuat gairah ku semakin memuncak.

PLAKK! PLAAAKKK! Aaaaahhhh…sakitt To…aaahhhh…hmm…enakk Too…ohhh

Aku malah keenakan setiap Anto menampar bokong ku dengan cukup keras. Entah kenapa aku jadi rada suka, di kasarin oleh Anto, sambil terus membayangkan wajah Gara, saat melihat kekasihnya sedang menikmati batang kemaluan sahabatnya.

Oooohhhh….Garr….aku di entot Antoo Gar….enakk banget….aaahhhhhh….aahhhh Jerit ku sambil bersandiwara, membuat gairah ku seakan tidak terkendali lagi.

Aaaahhhh…gue mao nyampe nih Puuttt…aaahhhhh Rintih Anto, sambil mendengus dan lebih mempercepat gerakannya lagi.

AAAHHHHH…ANJINGGGGG! Anto langsung menghujamkan sedalam-dalamnya batang kemaluannya, sambil tangannya mencengkram erat bokong ku. Kemudian, semburan-semburan hangat ku rasakan, menyemprot dengan kuat masuk ke dalam rahim ku ini. Membuatku akhirnya juga merasakan orgasme ku dengan kuat.

Tubuh ku langsung mengejang kaku, kemudian bergetar seperti sedang menggigil, di ikuti oleh kedutan-kedutan di liang vagina ku, hingga pantatku langsung berkejat-kejat menyemprotkan juga cairan kenikmatan ku, bercampur dengan sperma Anto.

Saat Anto mencabut batang kemaluannya dari dalam vagina ku, sperma Anto yang sudah bercampur cairan kenikmatan ku, langsung meluber keluar dari dalam vagina ku, dan menetes jatuh ke seprai tempat tidur. Tubuh ku sendiri langsung ambruk dengan nafas ngos-ngosan. Begitu pun Anto yang langsung rebahan.

Haahhhh….haahhhh…memek lu emang enak banget Put. Gak bosen-bosen gue ngewe ama lo Ujar Anto.

Trus gimana urusan lu ama cewe nya si Gara? Uda lu perawanin blum? Tanya ku.

Blom ada kesempatan lagi. Si kampret sekarang nungguin tuh cewe mulu. Dua orang temennya juga selalu ngikutin dia kemana-mana, kalao si kampret lagi kuliah. Jawab Anto.

Haaahhhh…gimana sih lu, To? Gimana gue bisa bikin Gara balikan ama gue, kalo lu nya kaga becus, cuma merkosa anak cemen gitu? Ujar ku kesal.

Hehehe…sabar bos. Tenang aja. Gue jamin, si Gara bakalan bertekuk lutut lagi. Seperti yang lu mau, Put. Jawab Anto santai sambil menyalakan sebatang rokok.

Cepat ato lambat, dia bakalan dateng ke kita, nyari masalah. Pasti bakalan gue bikin dia masuk penjara lagi, kalo dia gak mao balikan ama lu. Gue punya rekaman bugilnya tuh cewe di HP gue. Ujar Anto kemudian, membuat ku tersenyum.

Trus, kalo Gara uda balikan ama lu, lu bakalan ninggalin gue gak nih? Tanya Anto.

Kenapa gue musti ninggalin lu? Gue justru pengen balikan ama si Gara sialan tuh, cuma buat pelampiasan dendam gue aja ke dia, To. Gue pengen tiap gue ngewe ama lo, dia musti ngeliat dengan muka horny, sambil ngocok kontol nya sendiri. Nanti, kalo gue uda balikan ama dia, gue mao lu hamilin gue lagi, To. Gue pengen si Gara yang ngerawat anak kita, biayain anak kita. Pokoknya gue pengen Gara jadi budak gue. Ujar ku dengan nada yang sangat berambisi.

Hahahaha…gue suka ide lu, Put. Tuh anak emang pecundang sejati. Ujar Anto kemudian.

Tunggu saja Gara. Waktunya pembalasan dendam ku, akan segera tiba. Aku akan membuatmu bertekuk lutut dengan segala keinginan ku ini.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.