Cerita Dewasa Save The Earth : White Bird – Part 8

Cerita Dewasa Save The Earth : White Bird – Part 8by on.Cerita Dewasa Save The Earth : White Bird – Part 8Save The Earth : White Bird – Part 8 CHAPTER 2. SAVE THE EARTH The Facts Percakapan dua orang di sebuah atap gedung.. Bodoh! Dari semua tembakanmu tak ada satupun yang mengenai target!,Ujar Je menambahkan sambil menoyor kepala rekan disebelahnya.. Bwahahahahaha! “Untung saja aku memilih tempat strategis ini untuk menjalankan ide gilamu. kalau tidak, bisa […]

tumblr_mstayvIV4q1rjsfm2o5_400 tumblr_mstayvIV4q1rjsfm2o6_400Save The Earth : White Bird – Part 8

CHAPTER 2. SAVE THE EARTH
The Facts

Percakapan dua orang di sebuah atap gedung..

Bodoh!

Dari semua tembakanmu tak ada satupun yang mengenai target!,Ujar Je menambahkan sambil menoyor kepala rekan disebelahnya..

Bwahahahahaha!

“Untung saja aku memilih tempat strategis ini untuk menjalankan ide gilamu. kalau tidak, bisa saja kamu termakan oleh perkataanmu sendiri!”.Ujar Je menatap tajam Demon.

Memang sesuai firasatku, sudah seharusnya aku berhenti memakai senapan laras panjang ini Je. Kemampuan membidiku sepertinya sudah tidak akurat lagi…

Memang sudah sepantasnya, ayo kita pergi Demon sebelum ada yang mengetahui kita…

Demon memasukan sebuah senapan laras panjang kedalam box case hitam yang dibawanya. Mereka berdua segera pergi meninggalkan gedung itu..

— o0o —

Sementara itu, …

“Pergi… kita harus pergi dari sini Steven!”. Teriak Ayah Steven sembari menyahut tangan kanan anaknya dan dengan cepat membawa keluar dari tempat itu…

Ayah Steven berhasil membawa anaknya pergi. Dan kini mereka terhenti disebuah taman yang letaknya tidak cukup jauh dari tempat kejadian penembakan saat itu. Dengan cepat ia menghubungi pihak keamanan Third-RI untuk melakukan pengecekan ditempat kejadian..

Kamu tunggu disini, Ayah akan mencari tahu pelaku penembakan yang terjadi di tempat makan itu…Ujar Ayah Steven sembari melepaskan pegangan tangan anaknya..

Tunggu Ayah… , Ayah akan meringkus pelaku?.

“Tidak, Ayah hanya ingin melihat wajah pelaku..”.

“Melihat?”.

“Ayah harus memastikan bahwa pelaku adalah dari komplotan The Black Organization”.

Itu sangat berbahaya Ayah..”

Tapi, jika kita mengetahui pelaku setidaknya …

Dalam kondisi yang seperti ini? itu akan sangat berbahaya!.Ujar Steven dengan nada sedikit menghentak, memotong ucapan ayahnya.

“Dimana Ayah melihatnya??”,Ujar steven menambahkan

“……………”.

Diatas gedung itu….Jawab Ayahnya sembari pandangannya menghadap kearah sebuah gedung tinggi yang berada tepat disebelah kanan tempat mereka berdiri saat ini.

Pandangan Steven seketika tertuju pada sebuah gedung yang dimaksud oleh ayahnya itu. Ia yakin, gedung itu pasti mempunyai CCTV yang dipasang secara merata ditiap-tiap penjuru ruangan. Tapi ia tidak bisa memastikan itu sebelum mencoba mengecek dan dapat menerobos masuk melalui sistem keamanan yang terdapat dalam gedung itu.

“Jika ayah hanya ingin melihat wajah pelaku.. aku akan coba melakukannya dengan cara ini..”.Ujar Steven sembari mengeluarkan laptop yang ada didalam tasnya.

“Hmmm??”..

“Apa yang akan kau lakukan?”,Ujar Ayahnya dengan tatapan penuh keheranan..

“Aku ingin mencoba mengakses seluruh CCTV yang ada di gedung yang ayah maksud itu..”.

“Apa kamu bisa melakukannya dari jarak sejauh ini Steven?”

“Aku akan mencoba…”.Jawabnya singkat sembari menyalakan laptopnya..

Tak butuh menunggu lama, Steven mulai menggerakan jemarinya untuk menjalankan aksinya…

“Aku yakin gedung ini pasti memiliki CCTV yang dibangun untuk memantau kegiatan bahkan semua gerak-gerik orang yang melintas diarea sekitarnya. Namun masalahnya adalah bagaimana sistem keamanan atau bahkan pembangunan sistem CCTV digedung itu. Apa dibangun via online? dalam artian disini ialah CCTV ini dipantau dari jarak jauh oleh orang yang bertugas atau bekerja ditempat itu. Mungkin bisa saja justru sebaliknya, terdapat sebuah komputer disuatu ruangan yang bertugas menjadi pemantau dari semua CCTV yang ada ditiap-tiap ruangan digedung itu. Ini yang harus aku lacak”.batin Steven dalam hati sembari jemarinya asik menari diatas tuts keyboard dilaptopnya.

[email protected]#trace
[email protected]#
[email protected]#
…..

Ia memulai membuka layar console untuk memulai. Untuk langkah awal Steven mencoba mengecek apakah gedung itu memiliki sebuah hotspot karena salah satu cara yang paling mudah untuk mulai masuk dan menelusuri lebih dalam tentang sistem yang dibangun disebuah gedung sebesar itu dengan menerobos masuk area hotspot. Steven mencoba memanipulasi beberapa data pribadi didalam laptopnya. Tujuannya ialah, agar keberadaannya juga akan sulit dideteksi saat nantinya ia berhasil menerobos masuk.

airmon-ng
airmon-ng stop whitebird01
ipconfig whitebird down
macchanger –mac 00:11:22:33:44:55 whitebird01

Proses memanipulasi pun selesai, kini Steven mulai melacak daftar hotspot yang ada disekitar area taman..

airmon-ng start whitebird01
………

Komen tersebut berfungsi untuk mengaktifkan kembali wireless yang sebelumnya digunakan steven untuk memanipulasi data dalam kondisi disconnect. Selanjutnya, saatnya Steven memilih rangkaian wireless yang menjadi sasaran hack passwordnya. Sekali lagi yang paling mudah adalah wireless dengan enkripsi WEP. Ia mulai mencoba menampilkan daftar jaringan hotspot terdekat..

airodump-ng whitebird01
…….

Munculah seluruh hotspot yang berada dalam jangkauan..

“Ayah… gedung itu yang ini kan?”.Ujarnya sembari menunjuk nama hotspot yang tertera dengan embel-embel label gedung itu..

Ayahnya mengangguk dengan pelan, ia tidak percaya melihat anaknya melakukan aksi sampai sejauh ini.

Tidak butuh waktu lama Steven masuk kedalam list hotspot dan mendapatkan banyak sasaran yang nantinya digunakan untuk masuk kedalam sistem yang dibangun digedung itu. Ia melihat kekuatan sinyal terkuat dengan enkripsi WEP yang paling empuk untuk dihack. “Dapat!”. Steven menemukan alamat salah satu pengguna hotspot gedung itu. Ia menghentikan pencarian dengan menekan tombol ctrl+c. Terlihat nama pengguna hotpost tertera dengan jelas bernama “CCTVPoint”. Ternyata CCTV yang terdapat digedung ini dibangun tanpa kendali jarak jauh. Dengan keyakinan kuatnya, Steven memastikan bahwa pengguna yang berada dialamat itulah yang memantau seluruh area yang berada digedung itu.

“Sekarang fokuskan pada target”. dilayar laptopnya terdapat channel (Channel number atau frekuensi yang dipakai berupa angka 1 sampai 11), ESSID ( Extended Service Set IDentifier atau identitas pengguna) dan BSSID ( Basic Service Set IDentifier) . Ia melakukan copy – paste BSSID dan ESSID untuk dapat menyamar sebagai pengguna hotspot yang berada digedung itu..

airodump-ng c 1 w network –bssid c0 : ca : 30 : 1d : 2b whitebird01
airreplay-ng -1 0 a [BSSID] h 00:11:22:33:44:55 -e [ESSID] whitebird01
airreplay-ng -3 b [BSSID] h 00:11:22:33:44:55 -e [ESSID] whitebird01

Dengan menggunakan fitur airreplay-ng Steven mulai meningkatkan pencarian data-data sang target termasuk mencari password yang digunakan target untuk mengakses layanan hotspot digedung itu..

Selang beberapa menit menunggu, munculah 1000 data acak yang sudah cukup untuk Steven menemukan password target. Dirasa cukup, ia menekan ctrl+c untuk menghentikan pengumpulan data tersebut.

Dengan menggunakan command aircrack-ng b [BSSIDtarget] [ESSIDtarget-01.cap], seketika itu juga munculah sebuah huruf 10 digit dengan titik dua sebagai pembatasnya. 1A:B2:3C:44:51 . Ia menghapus titik dua yang menjadi pembatas huruf itu sehingga menjadi 1AB23C4451. “Password ketemu!”. Ujarnya..

“Lalu bagaimana Steven?”.

“Sebentar ayah, aku akan coba masuk mengendalikan komputer pengguna dengan malakukan manipulasi ini..”.Ujar Steven

Ia mencoba login sebagai pengguna kedalam hotspot gedung itu. Tanpa pikir panjang, Steven melacak semua data yang digunakan untuk melakukan remote kedalam PC tersebut. Kini ia mulai menjalankan software remote PC yang ada dilaptopnya..

Tidak butuh waktu lama, ketika semua data dimasukan mulai dari IP pengguna yang di manipulasi, password, dan data-data lainnya, Steven telah berhasil mengakses sepenuhnya komputer pengguna yang menjadi pengontrol CCTV seluruh area gedung..

Ayah Steven melihat banyak layar tertera di depan laptop Steven..

“Itu apa Steven?”

“Ini rekaman semua CCTV ditiap-tiap ruangan gedung itu ayah..”.

“Apa kamu bisa melacak pelaku dari sini..?”

“Tunggu sebentar akan kucoba..”.

Dengan cepat Steven mulai mencari dari layar ke layar, satu persatu ia mencari berdasar waktu kejadian penembakan hingga beberapa menit kedepan setelah kejadian penembakan itu.

Dan ya, banyak sekali orang-orang lalu lalang terlihat direkaman CCTV itu, sepertinya pelaku sangat pintar menyembunyikan hawa keberadaannya. Steven berusaha mencari, matanya sigap menatap layar demi layar rekaman CCTV yang telah berhasil ia kendalikan..

“Ayah ingat, sebelumnya ayah melihat seseorang mengenakan jubah hitam..”.

“Jubah hitam?”.

Steven mencoba mencari , dan ya ada banyak sekali orang yang mengenakan pakaian berwarna hitam di layar-layar yang ditampilkan.

“Ia membawa sebuah box case seperti tempat gitar…”.Ujar Ayahnya menambahkan

Dengan tatapan matanya yang sigap Steven terus mencari. Dan ya, pencarian pun berhenti tepat di tiga rekaman yang kini berada tepat didepan layar laptopnya..

“Mungkin orang ini yang ayah maksud?”, Ujar Steven sembari menunjukan seseorang yang mengenakan pakaian berwarna hitam dengan membawa sebuah box yang cukup lumayan besar.

“Coba dekatkan kearah wajah orang itu..”.

Steven mulai memperjelas sosok orang itu. Seseorang dengan rambut hitam sebahu wajahnya sangatlah mirip dengan salah satu komplotan The Black Organization.

“Tidak salah lagi Steven, dia memang salah satu anggota The Black Organization”.

“Aku menemukan seorang lagi ayah, lihat ini lelaki berambut pirang…”,ujar Steven melihat rekaman yang lain..

“Tunggu.. stopp..!”,Teriak Ayahnya..

“Coba dekatkan lagi…”,Ujarnya menambahkan

Steven mulai memperjelas rekaman itu, terlihat sesosok dua orang yang tak lain salah satunya lelaki berpostur tinggi dan rambut hitam sebahu, bersama lelaki berambut pirang.

“Tato kupu-kupu itu…”,Ujarnya Ayah sembari menatap tajam dilayar laptop Steven

“Ayah tahu??”.Ujar Steven

“Lihatlah kedua orang itu, mempunyai tato kupu-kupu ditangannya.”.

“Tidak salah lagi mereka…”.Batin Ayah Steven dalam hati

“Hmmm.. tato? iya ada tato dibagian tangan kanannya..”.Ujar Steven dengan rasa penasaran menggelamuti sekujur pikirannya. Siapa mereka? apa memang benar ada kaitannya dengan organisasi teroris yang ada dalam rapat siang ini oleh pihak Third-RI. Atau hanyalah pelaku kriminal biasa?.

“Mereka itu…”

“The Black Organization?!”,Ujar Ayah Steven menambahkan.

“Jadi setiap komplotan anggota itu memiliki tato kupu-kupu seperti yang ayah maksud?”.Ujar Steven

“Blankkk!”.

“Pett pett…pet..”.

“Bluebird??!”.

Seketika itu juga tanpa disadari oleh Steven layar-layar hasil rekaman CCTV yang tertera dilaptopnya menghilang dengan sendirinya. Munculah sebuah gambar yang tak asing pernah ditemui Steven saat mencoba menerobos forum semprot beberapa hari yang lalu. “Jadi benar mereka ini adalah The Black Organization!?? Dan Bluebird adalah hacker dari komplotan itu?!”.batin Steven sembari melihat logo burung biru terpampang nyata dilayar laptopnya.

Beberapa fakta perlahan mulai terungkap, mulai dari rapat yang membicarakan tentang sebuah organisasi yang pernah menjalankan misinya beberapa tahun yang lalu, semua itu benar apa adanya. Lalu fakta mengenai Ayah Steven yang terpaksa meninggalkan keluarganya dan lebih mementingkan pekerjaannya melindungi negara. Kemudian penembakan itu, lalu pelaku penembakan yang melibatkan dua orang. Lelaki dengan rambut sebahu berpostur tinggi membawa box hitam, satunya ialah berambut pirang yang bersamanya. Dan satu lagi, Bluebird yang tiba-tiba menganggu masuk melalui komputer pengguna yang memantau CCTV gedung itu. Apakah dia berusaha menghilangkan jejak atas apa yang dilakukan oleh kedua rekannya?. Sebuah perencanaan yang cukup matang dibuat oleh komplotan ini yang berawal dari kejadian penembakan. Benar-benar sebuah rencana yang tertata rapi hampir tidak diketahui oleh seorangpun.

“Ada apa Steven??”.Ujar Ayahnya menepis lamunan Steven

Steven menggelengkan kepalanya. “Tidak tahu , tiba-tiba saja semua layar menghilang..”, Ujar Steven dengan tatapan keheranan..

“Baiklah Steven, sudah saatnya kita pergi dari sini, semua sudah jelas.”.Ujar Ayah Steven menepuk bahu anaknya..

“Cukup hari ini..”.

“Ayah tidak menyangka kemampuanmu sejauh ini, ayah sangat membutuhkanmu lain waktu..”.

“Ayah?? Tapi…..”,Ujar Steven singkat

Ayah Steven tersenyum. “Aku tahu Steven, kamu tidak perlu seperti Ayah…”.Jawabnya dengan nada menenangkan..

“Kembalilah kerumah, temui Melly.”,Ujarnya menambahkan..

“Melly??”. Mendengar kata Melly seketika Steven teringat pembicaraannya dengan Marsella beberapa waktu yang lalu.

“………….”

“Ayah akan kembali ke kantor THIRD-RI melaporkan semuanya ini, tugasmu saat ini ialah menemui Melly..”.

“……….”.

“Ayah akan menyuruh salah seorang polisi Third-RI untuk mengantarmu pulang dengan mobil…”.Ujarnya menambahkan

“…………..”.

“Baiklah Ayah.. serahkan semua padaku. Aku akan menjaga Melly..”.Ujar Steven dengan penuh keyakinan

Perlahan bayangan Steven dan Ayah Steven menghilang dari taman itu. Ayah Steven kembali ke kantor Third-RI dan Stevenpun kembali kerumahnya untuk menemui adiknya, Melly.

Siangpun berganti sore, menandakan sang waktu telah bergulir begitu lama sedari tadi…

— oOo —

Sebelumnya, didalam markas The Black Organization…

Seorang anggota The Black Organization sedang menatap layar komputernya sembari menyeruput kopi didalam cangkirnya..

“Apa Demon sudah berhasil menjalankan misi penembakan itu ya?”.batin orang itu dalam hati..

Sesuai rencana Je, bahwa aku juga harus membantu mengantisipasi tingkah gila Demon. “Ahh, saatnya menghilangkan jejak mereka, aku akan menghapus rekaman CCTV gedung itu..”..

[email protected]#trace
[email protected]#
[email protected]#
…..

Ya, orang itu adalah Bluebird. Anggota The Black Organization yang sangat berperan penting menghilangkan hawa keberadaan rekan satu timnya. Ia mulai melancarkan aksinya. Dengan mengakses bagian sistem dari gedung yang menjadi tempat strategis dalam menjalankan penembakan itu. Sebelumnya, Bluebird telah mencoba menerka seluruh sistem yang dibangun di gedung itu, sehingga dengan mudah ia dapat masuk untuk mengakses ruang kontrol CCTV yang ada ditempat itu.

[email protected]#detect
[email protected]# target whitebird01
[email protected]# target rsa01
…..

“Apa-apaan ini?!”.

Ia mendapati seseorang selain dirinya. Whitebird, sebuah nama alias yang dipake pengguna diruang kontrol CCTV gedung itu.

“Whitebird?! Apa mungkin dia berkerja digedung itu?”,batin Bluebird dalam hati

“Bwahahahahahaa! Akan kuhancurkan kau!”.Teriakan Bluebird seakan bergeming memenuhi ruangan markas The Black Organization saat itu.

Ia menembus komputer yang ada diruangan kontrol itu, dan beberapa menit setelah itu ia sudah dapat mengakses semua daftar rekaman yang ada dikomputer itu. Hilang, semua terhapus tak tersisa oleh Bluebird. Hasil rekaman CCTV digedung itu lenyap dalam dekapan jemarinya yang menari diatas tuts keyboard.

Tak tinggal diam, ia juga mencantumkan sebuah logo burung biru kebanggannya. “BLUEBIRD WARNING!”. Bersamaan dengan menghapus semua rekaman itu dan membuka genderang peperangan antara Whitebird.

“Selesai sudah tugasku..”.Ujarnya sembari mengambil sebuah cangkir yang ada dimejanya dan menyeruput kopi didalamnya

Derrttt…derrtt….dertt..

Sebuah panggilan masuk melalui smartphone milik BlueBird

“Halooo?”.

“Bagaimana tugasmu, Bluebird?.

“Aman! Sudah selesai..”.Ujarnya dengan santai

“Baguslah, berkat kamu rencana gila Demon sedikit tersamarkan..”.Ujar Je

“……………”.

“Hey Je..”.

“Haa?”.

“Ada seseorang yang sejak kemarin membuatku penasaran. Dan aku baru saja bertemu dengannya lagi saat mengakses masuk kedalam gedung itu…”.

“Ha?? Siapa yang kamu maksud?”,Ujar Je dengan keheranan

“Whitebird….”.Jawab Bluebird singkat

“Whitebird yang sempat kau ceritakan waktu itu?? Bwahahahaha!”.

“Tenang saja, Suatu saat kita akan bertemu dengannya. Dan rasa penasaranmu itu akan terjawab..”

“………”

“Apa Orihara Maya sudah kembali ke markas?”.

“Belum..”.Jawab Bluebird singkat.

“Ok lah, kami akan kembali secepatnya”.Ujar Je menambahkan..

Tuttt..tutt..tutt…

Pembicaraan terputus seketika..

— oOo —

Ditengah perjalanan pulang…

“Melly, melly dan melly”. Sebuah nama yang tak lain adalah adiknya terus terbayang-bayang dalam pikiran Steven diperjalanan pulang. Ia begitu mencemaskannya tetapi seketika itu ia teringat satu nama lagi.. “Marsella…”. Ya, obrolan dengannya lewat telepon tadi siang juga patut dipertanyakan..

Bersambung…
Do You Love Me

Author: 

Related Posts

Comments are closed.