Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 50

Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 50by on.Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 50  The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 50 CHAPTER 8 Teaser Dari obrolan kami, Sarah sangat antusias untuk membuka bisnis kulinernya. Aku memang sudah memiliki beberapa bisnis di bidang fashion, event organizer, dan properti juga. Sarah sebenarnya adalah salah satu anak konglomerat, perusahaan keluarganya cukup banyak. Tapi Sarah disini dia takut untuk […]

jilmek-bj-doggy-crot-8Jilat memek basah telan lendir memek  kelas-berat-cewek-bispak-body-bahenol-1The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 50

CHAPTER 8

Teaser
Dari obrolan kami, Sarah sangat antusias untuk membuka bisnis kulinernya. Aku memang sudah memiliki beberapa bisnis di bidang fashion, event organizer, dan properti juga. Sarah sebenarnya adalah salah satu anak konglomerat, perusahaan keluarganya cukup banyak. Tapi Sarah disini dia takut untuk meminta modal kepada orang tuanya. Sebenarnya tidak ada masalah seharusnya selama Sarah sendiri berkomitmen untuk mengembalikan modalnya.

Ide ide lo sih keren, tapi kayaknya itu butuh modal gede deh ujar Sarah.

Modal sih gampang minta aja sama bokap lo, ntar lo bilang lo balikin, setelah gw sembuh gw itung-itungin deh kemungkinan biaya investasinya ucapku.

Hmm, jujur aja sih gw takut gak bisa balikin ucap Sarah lagi.

Kalo takut rugi jangan bisnis Sar jawabku singkat

Yaudah gw balik ya ucap Sarah.

Ngapain balik Sar, sini aja tidur sama gw di situ tuh ucapku sambil menunjuk ranjang pasien.

Hahaha, udah ah lo sendiri aja gw balik, siapa tau lo bisa dpt jatah dari suster gitu ujar Sarah.

Yaudah sana pulang lo, hus hus ucapku.

Akhirnya Sarah meninggalkan ruang perawatanku. Dan aku kembali sendiri disini. Malam ini aku tidak bisa tidur, aku hanya mencoret-coret notes yang ada dengan perhitungan bisnis. Hari ternyata
sudah pagi dan aku rupanya tertidur di sofa. Aku kaget ketika ada suara pintu terbuka. Ternyata suster jaga memeriksa ruanganku.

Loh Mas Adri kok tidur di sofa? tanya suster tersebut

Iya Sus, bosen tidur di sana jawabku.

Ya gapapa Mas, besok juga udah gak tidur disini lagi kan ucapnya.

Iya Sus, emang kapan saya boleh pulang ya? tanyaku.

Besok sudah boleh pulang kok Mas, hanya tinggal menunggu dokternya saja, kalo Minggu kan gak ada dokter yang masuk, Cuma dokter jaga aja jawabnya.

Masih besok ya rupanya, Sus, yasudahlah ucapku.

Hari ini aku bingung entah ngapain, keluargakupun juga tidak datang. Aku terus mengkonsep rencana bisnisku, maklum selepas keluar dari rumah sakit aku akan jadi pengangguran, karena aku
hanya menunggu wisuda saja.

Tiba-tiba aku teringat, Ayah Sarah pernah mengajakku untuk membangun sebuah lahan miliknya di daerah Kemang. Aku jadi terpikirkan untuk membangun sebuah area one stop entertaiment dan condotel di lahannya tersebut.

Kelamaan gak sadar ternyata otak bisnis gw makin tokcer juga ini ucapku dalam hati.

Sore hari keluargaku datang mereka membawakan pakaian baru untukku dan mulai merapikan isi kamar perawatan ini. Akhirnya aku akan keluar dari rumah sakit setelah hampir 2 bulan lebih
koma. Aku bersiap untuk menjalani hari-hariku lagi.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.