Cerita Sex Secret Invitation – Part 12

Cerita Sex Secret Invitation – Part 12by on.Cerita Sex Secret Invitation – Part 12 Secret Invitation – Part 12 Point of View : Sisil Pengennya 3-Sum (Threesome) Ahhh payah! Recana sore ini gagal total! Meskipun dengan embel-embel Secret Invitation tetap aja rayuanku ditolak. Sepertinya Rey sudah tidak ingin lagi melabuhkan cintanya dihatiku, Wanita itu! Awas saja kau perempuan berambut pirang! Hahahaha! Untunglah hanya sebuah Undangan Cinta Palsu Ini adalah […]

multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-12multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-11  multixnxx-Brown hair, Asian, Skinny, Bikini, Pornsta-13Secret Invitation – Part 12

Point of View : Sisil
Pengennya 3-Sum (Threesome)

Ahhh payah! Recana sore ini gagal total! Meskipun dengan embel-embel Secret Invitation tetap aja rayuanku ditolak. Sepertinya Rey sudah tidak ingin lagi melabuhkan cintanya dihatiku, Wanita itu! Awas saja kau perempuan berambut pirang!

Hahahaha! Untunglah hanya sebuah Undangan Cinta Palsu

Ini adalah cerita pengakuanku. Saat ini aku sudah menjalin hubungan dengan seseorang. Dan itulah mengapa alasan utamaku datang ke Bandung, karena aku ingin meluapkan hasrat nafsuku kepada seseorang yang ada di Bandung. Sebut saja dia R, bukan mantanku, tapi dia sahabat mantanku. Dan seseorang itu adalah Randy.

Pada awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, bahkan cenderung kaku. Namun begitu, Randy selalu menggodaku. Kuakui pula, ia adalah lelaki yang tampan. Ia sangat pandai mengambil hati orang termasuk hatiku. Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering meminta Randy untuk memuaskan hasrat seksual ku semenjak aku berada di kota ini. Lama-lama aku ketagihan. Godaannya, dan ajakannya memintaku untuk tinggal dirumahnya memang benar diwujudkan dengan aksi nyatanya.

Ahhh gagal segagalgagalnya! …Randy kapan pulang ya??,aku menggerutu kesal sembari merebahkan tubuhku dikasur empuk yang ada dikamar Randy.

Sepertinya hari ini cukup membuatku kelelahan, dan aku tertidur untuk beberapa waktu diatas kasur ini.

Saat mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya menyentuh, benda itu mulai melumat bibirku dengan halus. Aku tahu, ini pasti Randy. Ia telah menciumi bibir manisku.

Perlahan aku membuka mata, wajah Randy sangat dekat dengan wajahku, dan tangannya mengunci bahuku. Cukup lama Randy masih melumat bibir manisku dan aku menikmatinya. Aku secara refleks membalas lumatannya. Sampai akhirnya aku tersadar, lalu tanpa sengaja aku mendorong dada Randy hingga ia terjengkang kebelakang.

Sayang… , jangan sekarang…,Kataku dengan nada menahan malu dan sungkan mengumpal dihatiku

Udah nggak sabar nih Sil….,ujarnya seketika kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi wajahku, lalu bergerak kebawah, merambat keleher kemudian menciumi telingaku. Perlahan nafsu birahi semakin menguasaiku. Kuakui memang, Randy sangat pandai mengorbarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya benar-benar membuatku terbakar nafsu.

Kulihat Randy tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakan nafasnya yang tersendat-sendat. Sementara aku semakin tak kuat untuk menahan erangan. Aku mendesis untuk menahan kenimatan jilatan lidah Randy yang mulai membakar kesadaranku. Tanpa sadar Randy mulai membuka kancing bajuku. Dan perlahan payudara putih bersih itu terbuka didepan mata Randy.

Ran…….,kataku

Aku akan memuaskanmu Sil, tenang aja…,jawabnya dengan nafas penuh nafsu

Kini payudaraku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi malu dengan meletakan lengan didadaku, tetapi Randy menyingkirkan lenganku dan merentangkannya keatas. Setelah itu, bibir Randy mulai melumati salah satu payudaraku, sementara satu tangannya meremas-remas payudaraku. Bagaikan harimau liar, ia menjilati dan meremas payudaraku yang kenyal.

Aku pasrah, selain mendesis dan mengerang karena kenikmatan yang diberikan Randy. Aku menggeliat-geliat seperti cacing karena rasa geli bercampur nikmat ketika bibir dan lidah Randy menjilat dan melumat putingku.

Sshhh ahhh, mulus Sil, …sshhh ahHHh!,kata Randy dengan nafsu birahinya yang kian memuncak

Kini bibirnya bergerak menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai menggelitik perutku dan sesekali melumat lagi putingku. Aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang membara itu. Kemudian dengan cepat ia melepaskan celana dan celana dalamku. Lagi-lagi aku berusaha melawannya, tetapi dengan dekapan Randy yang kuat , dengan mudah ia menaklukkan perlawananku.

Tubuhku yang ramping dan putih itu kini benar-benar telanjang dihadapan Randy. Entah karena aku sendiri telah terlanjur terbakar nafsu, aku hanya terdiam kenikmatan ketika Randy kembali menggarap tubuhku. Bibir dan satu tangannya menggarap kedua payudaraku, sementara tangan satunya mengusap-usap paha dan juga selangkangan kakiku. Mataku benar-benar merem melek merasakan kenikmatan tiada tara. Nafasku juga semakin terengah-engah terselimuti kenikmatan.

Tiba-tiba dengan sekejap Randy melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia sama denganku, telanjang bulat-bulat. Kulihat tubuhnya benar-benar atletis, kekar dan besar terutama otot perutnya yang terlihat seksi.

Tetapi yang membuat dadaku semakin bergetar keras adalah sebuah benda yang ada diselangkangannya. Benda yang berwarna coklat muda dan kini telah tegak mengancung, Sungguh aku tak percaya, ukurannya lebih besar dari punya mantan-mantanku sebelumnya.

Kini tubuh telanjangnya mulai mendekapku. Darahku seperti naik keatas ketika merasakan dada bidangnya menempel erat didadaku. Ia masih menciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya juga telah meremas-remas payudaraku yang semakin kenyal. Sensasi rangsangan Randy benar-benar memecahkan nafsuku yang kian nikmat.

Seketika itu aku tersentak kaget, ketika aku merasa ada suatu benda yang masuk dan mulai menggelitiki lubang vaginaku. Ternyata Randy mulai memasukan jari tangannya kecelah-celah vaginaku. Ia memutar telunjuknya didalam lubang vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat menahan kenikmatan yang dashyat ini. Secara refleks aku memutar-mutarkan pantatku seakan menolak tapi tetap sia-sia saja perlawananku.

Shhhshh Ahhh,, Ran…ahhhh!

Randy tidak menggubrisku sama sekali, ia mulai menelusupkan kepalanya diselangkanganku, lalu lidahnya melumat habis vaginaku. Aku bergetar hebat mendapat rangsangan kenikmatan ini. Tidak kuat menahan lumatan lembut dari bibir Randy. Tanpa sadar, tanganku menjambak rambut Randy yang kepalanya masih terus terengah-engah diselangkanku. Aku telah benar-benar terjerumus dalam nafsu birahi.

Saat kenikmatan nafsu benar-benar menggelamutiku, dengan tiba-tiba Randy melepaskanku dan berdiri di tepi tempat tidur. Ia mulai mengocok-ngocok batang kontinya yang berukuran besar itu.

Gantian Sil, sekarang giliran lo…,ujarnya memintaku

Dengan malu-malu perlahan kupegang kontinya yang besar itu. Lagi-lagi aku berdebar dan darahku kembali berdesir ketika tanganku mulai memegang lembut konti Randy. Sejenak aku membayangkan jika konti besar itu masuk kelubah vagina perempuan, apalagi jika perempuan itu aku.

Besaran mana sama punya Rey??, ujarnya menggoda

Aku hanya terdiam, meskipun sebenarnya ukurannya jauh lebih besar dibadingkan milik Rey.

Diapakan nih Ran ??

Dikocok biasa aja sayang…..,jawab Randy dengan nada lembut.

Dengan dada berdegup kencang, perlahan kukocok konti yang besar miliknya. Ada sensasi tersendiri ketika aku mulai mengocok benda lain yang tak lain adalah buah zakar Randy yang juga sangat besar itu. Tanganku hampir tidak cukup memegangnya.

Nafas Randy mulai terengah-engah menandakan nafsunya sudah semakin meningkat. Aku sendiri juga terangsang melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak kuasa menahan nikmat. Tangan Randy kemudian bergerak kembali memainkan lubang kemaluanku tanpa henti. Sementara aku masih terus mengocok batang zakarnya dengan tanganku.

Kami berdua menggeliat keenakan, sementara nafas kami juga saling memburu. Setelah itu Randy beranjak dan dengan cepat mendorongku, ia menindihku. Dari kaca lemari kamarnya yang terletak disamping tempat tidur ini, aku bisa melihat jelas tubuh rampingku seperti tenggelam dalam kasur busa ini ketika tubuh Randy yang tinggi besar itu mulai menindihku. Dadaku terasa deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu.

Randy kembali melumat bibir manisku, kali ini lumatannya sangat lembut. Aku tanpa malu membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitiki rongga-rongga mulut Randy. Ia terpejam merasakan perlawananku, sementara tangan kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan bisa dilepaskan lagi.

Bermenit-menit kami beradu cumbu saling memompa menaikan birahi kami. Dalam posisi itu, tiba-tiba kurakan ada benda kenyal mengganjal diatas perutku. Aku semakin terangsang hebat ketika menyadari benda mengganjal itu adalah konti Randy. Tiba-tiba kurasakan kontinya mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Randy sudah tidak tahan ingin segera memasukkan kontinya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak.

sssHhhh Ahhh.. Ran… jangan Ran…, jangan dimasukkan…shhHh aHhhhh…,kataku sambil menahan nikmat

emmmHhh.. bentaran aja kok Sil…??,jawab Randy dengan lembut masuk ketelingaku

Kemudian ia kembali memasang ujung kontinya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku merasa deg-degan luar biasa ketika merasakan kepala kontinya itu menyentuh bibir kemaluanku dan akhirnya ujung konti Randy berhasil menerobos bibir vaginaku.ssshhh….Ahhhh…. aku menggeliat hebat ketika ujung kontinya perlahan mulai masuk kedalam vaginaku. Walaupun awalnya perih, tetapi semakin kesini rasa nikmatnya sungguh luar biasa.

Randy terus menerus memaju-mundurkan kontinya. Keringat kami mulai bercucuran semakin deras mengalir, sementara mulut kami masih terus bercumbu.

SsshhhhHh , enak nggak Sil???,Kata Randy dengan nafas tersendat-sendat

ssshhh Ahhh, emmhh, enak sayang…,

Kurasakan kontinya benar-benar masuk menembus vaginaku. Bless….bles….. Aku hanya dapat menggeliat merasakan kenikmatan yang tak tertahankan itu. Tanpa sadar akupun juga mengimbangi genjotan Randy dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku seperti semakin tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh badan Randy yang besar itu. Semakin lama, genjotan Randy semakin cepat, membuat badanku menggeliat tersentak dengan hebat.

Ahhh terus Ran…shhh Ahhh…,desahku berulang-ulang

Tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan Randy yang kuat. Akibatnya, aku benar-benar ingin mencapai klimaks
sssSsHH Ahhh…. sayang… aku klimaks…

Seketika dengan refleks, tangan kananku menjambak rambut Randy, sedangkan tangan kiriku memeluknya dengan erat. Pantatku kunaikkan keatas agar konti Randy dapat menerobos vaginaku sedalam-dalamnya

Setelah kenikmatan tiada tara itu, tubuhku kini melemas. Randy juga menghentikan genjotannya seketika.

Aku belum keluar Sil, tahan bentar yaa… aku terusin lagi…,bisiknya lembut sambil mengecup pipiku.

Kubiarkan ia memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah aku pasif saja . Kubiarkan Randy terus menggumuliku meski terasa ngilu. Tanpa perlawanan, kini tubuhku yang ramping benar-benar ditindih tubuhnya.Jleebbb…jlebb…jleb…Kulirik kebawah untuk melihat vaginaku yang dihajar konti Randy dengan nikmat

Randy semakin lama semakin cepat memompa kontinya. Sementara mulutnya tak henti mencumbui pipi, bergerak ke bibir lalu ke payudaraku. Mendapat rangsangan nikmat dari Randy, tiba-tiba nafsuku kembali bangkit lagi. Kurasakan kenikmatan kini hadir merambat dari selangkanganku yang dengan cepat dipompa oleh Randy. Akupun segera membalas ciuman Randy, sementara pantatku kugoyangkan berputar mengimbangi konti Randy yang masih terus memompa vaginaku.

sssHH sayang…terus sayang…,ujar Randy mendesah

Tiba-tiba Randy memutarkan badannya, sekarang posisi kita berbalik, Ia dibawah dan aku diatas.

Ganti Sil, sekarang lo yang diatas,kata Randy

Dengan posisi tubuhku diatas, pantatku mulai kugoyangkan, maju-mundur, lalu kiri-kanan untuk mengocok konti Randy yang masih menegang dilubang vaginaku. Dengan malu-malu aku kini berperan aktif menjilati leher dan dada Randy. Randy yang terlentang dibawahku merem-melek karena kenikmatan yang kuberikan.

ssshhh Ahhh emmhhh, terus Sil…,Kata Randy sambil mendesah membalas menciumku dan kemudian meremas payudaraku. Hanya selang enam menit saat aku diatas tubuh Randy, lagi-lagi kenikmatan istimewa tak terkira menderaku. Aku semakin kuat menggoyang pantatku ke konti Randy. Tubuhku makin erat mendekapnya, aku juga semakin liar membalas ciumannya.

ssshhhHh ahh …Ran…ahhhhh, emmmhh shhh ahhh …aku mau orgasme lagi sayang…!,Kataku terengah-engah.
Mengetahui aku akan orgasme, Randy segera membalikkan badanku lagi, sehingga aku kembali dibawah. Dengan nafas terengah-engah, Randy yang telah berada diatas tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak bisa kuhindari, rasa nikmat luar biasa terasa disekujur tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seakan mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Randy kupeluk sekuat tenaga, sementara nafasku semakin tak menentu.

Kalau mau orgasme ngomong ya Sil…,desah Randy
Aku menggeliat keras karena tidak kuat menahan nikmat yang membelenggu sekujur tubuhku.

Terus…, terus…, aku ingin orgasme Ran…. Ahhhh!,desahku,

Belum reda kenikmatan yang kurasakan, sekejap Randy memompaku semakin cepat. Tangannya mendekapku erat seperti ingin meremukkan tubuhku. Ia benar-benar mengunci tubuhku hingga membuatku tak bisa bergerak, nafasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin keras dan cepat. Tubuhnya lantas bergetar dengan hebat

Sil, eemmm aHHhh, aku…keluuuarr…sayang..!,erangnya tak tertahankan lagi.

Melihat Randy yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku semakin erat memeluknya. Crotttt… crottt…!. Sperma Randy terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Randy memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga kontinya benar-benar menancap sedalam-dalamnya dilubang vaginaku. Aku merasa vaginaku terasa hangat oleh cairan yang mengucur dari kemaluan Randy.

Untuk beberapa saat Randy masih menindihku, keringat kami bercucuran. Setelah itu ia berguling kesampingku. Pertempuran telah usai, kami merasakan kenikmatan yang tiada duanya.

…………………….

Selang beberapa menit seusai pertempuranku,

Sil gimana rencana lo…,ujarnya dengan nada lembut

….??,aku bertanya sambil menghela nafas sejenak

Ngajakin Rey , soal tawaran threesome itu..,tegasnya menambahkan

…Gagal Ran..,aku memasang muka cemberut

….Hahahahaha..,tawa Randy

………………….

Kalo kita gagal membujuk Rey, gimana kalo kita paksa orang terdekatnya buat ikut main sama kita..

Maksud lo siapa??

Cewek berambut pirang itu…, gw bantu deh,ujarnya menambahkan dengan memasang muka iblis

“Maksud lo..??”

“Alahhh masak lo nggak kenal sih??”

Ohh, Pamela…???

Randy menganggukan kepala sembari mengenakan pakaiannya.

Bersambung…
Bagian 8. Semua itu Palsu

Author: 

Related Posts

Comments are closed.